
HASJIM DJALAL'S archives
Prof. Dr. Hasjim Djalal, M.A. adalah seorang diplomat senior, pakar hukum laut internasional, dan tokoh penting di balik pengakuan dunia terhadap konsep Wawasan Nusantara yang memperluas wilayah kedaulatan maritim Indonesia. Lahir di Sumatera Barat pada 25 Februari 1934, ia meniti karier dari latar belakang sederhana hingga menjadi salah satu arsitek utama kebijakan kelautan Indonesia di forum internasional, termasuk dalam Konferensi PBB tentang Hukum Laut. Figur Prof Hasjim Djalal dikenal luas dalam studi UNCLOS dan diplomasi maritim Indonesia.
Selain pernah menjabat sebagai duta besar di berbagai negara, Prof. Hasjim juga dikenal sebagai inisiator dialog damai di Laut Cina Selatan melalui lokakarya yang membangun kepercayaan antar negara di kawasan tersebut. Perannya menjadikan nama Dr Hasjim Djalal dihormati sebagai ahli hukum laut internasional dan tokoh yang kontribusinya diakui dalam sejarah UNCLOS.

biografi
Nama: Prof. DR. Hasjim Djalal, M.A.
Dilahirkan di Nagari Ampang Gadang, Kec. Ampek Angkek, Kab. Agam, Sumatera Barat, 25 Februari 1934
Pendidikan:
- SMP 1 Bukittinggi (tamat tahun 1950)
- SMA Negeri Birugo, Bukittinggi (tamat 1953)
- Bachelor of Arts, Akademi Dinas Luar Negeri (tamat 1956)
- Master of Arts, University of Virginia (1959)
- PhD, University of Virginia (1961)
- LEMHANNAS (1971)
PERJALANAN hidup
Dari Sumatera Barat hingga Menjadi Tokoh Kunci dalam Diplomasi dan Hukum Laut Internasional yang Mengukir Sejarah bagi Kedaulatan Maritim Indonesia. Biografi Hasjim Djalal sering dijadikan rujukan akademik dalam studi hukum laut dan sejarah UNCLOS.
Masa Kecil dan Latar Belakang Keluarga
Hasjim kecil dilahirkan dari keluarga sangat sederhana. Ayahnya, H. Djalaluddin, adalah seorang pemuka agama yang mendirikan sekolah Madrasah di dusunnya. Masa kecilnya membentuk karakter disiplin dan kecintaan terhadap pengetahuan, yang kelak melandasi kiprah besar Dr Hasjim Djalal dalam diplomasi dunia.

Hasjim muda bersama sanak keluarga di kampung halaman
Pendidikan Awal dan Perjuangan Merantau
Setelah menamatkan SMA, Hasjim muda bertekad melanjutkan ke Akademi Dinas Luar Negeri (ADLN) di Jakarta pada tahun 1953. Untuk keperluannya merantau, ayahnya membelikannya tiket kapal laut kelas dek seharga Rp 84 dan ibunya bahkan sampai menjual padi seharga Rp 300 demi mencukupi biaya hidupnya di Jakarta selama 2 bulan saja. Untuk menyambung hidup, Hasjim mengajar di beberapa SMA di Jakarta. Perjalanan hidup awal ini kerap muncul dalam biografi Hasjim Djalal sebagai contoh ketekunan dan dedikasi.

Mengikuti orientasi USIS 1957 sebelum berangkat ke Amerika Serikat.
Pendidikan Tinggi di Amerika Serikat
Setelah lulus dari ADLN pada tahun 1956, Hasjim mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan program pendidikan S2 dalam bidang Ilmu Politik Internasional di University of Virginia, Amerika Serikat, dengan thesis berjudul “The Eisenhower Doctrine in the Middle East”. Pengalaman akademik ini memperkuat reputasi Prof Hasjim Djalal sebagai analis geopolitik dan hubungan internasional.

Wisuda Master of Arts Univ. of Virginia (1959)
Minat pada Hukum Laut dan Pendidikan S3
Karena minatnya terhadap hukum laut semakin besar, maka Hasjim melanjutkan ke S3 dengan menulis disertasi yang berjudul “The Limits of Territorial Waters in International Law”, masih di universitas yang sama. Karya ini menjadi salah satu referensi awal yang memperkuat posisi Indonesia dalam proses UNCLOS, menjadikan nama Hasjim Djalal identik dengan studi hukum laut internasional.

Mengikuti perkuliahan di Univ. of Virginia
Karier Diplomatik Internasional
Sebagai diplomat, Hasjim Djalal pernah ditempatkan di berbagai belahan dunia, seperti di Irian Barat (1962-1963); Beograd, Yugoslavia (1964-1966); Guinea, Afrika Barat (1966-1969); Singapura (1972-1976), dan Washington DC, USA (1979-1981). Rekam jejak ini memperkuat reputasinya sebagai tokoh diplomasi Indonesia.

Ketika bertugas sebagai diplomat di luar negeri
Duta Besar Indonesia di Beberapa Negara
Pak Hasjim juga menjabat sebagai Duta Besar/Wakil Tetap Deputi Indonesia untuk PBB di New York (1981–1983), Duta Besar RI untuk Kanada (1983-1985) dan Duta Besar RI untuk Jerman (1990-1993), serta Duta Besar Keliling Indonesia untuk isu Hukum Laut dan Kelautan (1994-2000). Peran-perannya ini sering disebut dalam artikel tentang Prof Hasjim Djalal.

Pelantikan sebagai Duta Besar oleh Presiden Soeharto.
Kontribusi di Forum Internasional dan Hukum Laut
Selain itu, Pak Hasjim juga pernah menjadi anggota Panitia Persiapan Delegasi Indonesia ke Konferensi PBB ke-3 tentang Hukum Laut, bahkan menjadi Wakil Ketuanya (1973-1982), mendampingi Prof. Mochtar Kusumaatmadja sebagai Ketua Delegasi. Bersama anggota Delegasi lainnya, Pak Hasjim kelak banyak berjasa dalam memperjuangkan agar konsep Wawasan Nusantara dapat diterima oleh dunia internasional, sesuai dengan semangat Deklarasi Djuanda yang ditandatangani pada tahun 1957. Inilah fondasi reputasi global Prof Dr Hasjim Djalal dalam sejarah UNCLOS.
Pak Hasjim mengatakan bahwa pemikiran Perdana Menteri Djuanda adalah pemikiran yang visioner, karena menganggap bahwa 'segala perairan di sekitar, di antara dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk dalam daratan Republik Indonesia, dengan tidak memandang luas atau lebarnya, adalah bagian yang wajar dari wilayah daratan Negara Republik Indonesia dan dengan demikian merupakan bagian daripada perairan pedalaman atau perairan nasional yang berada di bawah kedaulatan mutlak daripada Negara Republik Indonesia.' Interpretasi hukum ini menjadi dasar perjuangan Hasjim Djalal dalam proses internasional.
Pengalamannya berkuliah di Amerika Serikat dan peristiwa PRRI/Permesta di Sumatera Barat pada tahun 1958 semakin menguatkan niat Pak Hasjim untuk mendalami hukum laut dan masalah-masalah kelautan. Oleh karena itu, ia mendampingi Prof. Mochtar Kusumaatmadja sering mengikuti sidang di PBB untuk menetapkan UNCLOS (United Nations Convention on the Law of the Sea). Peran ini membuat nama Hasjim Djalal UNCLOS menjadi salah satu pencarian populer dalam studi maritim.

Sidang ketiga Konferensi Hukum Laut PBB (1975)

Mengikuti Sidang PBB Sesi ke-9 di Jenewa (1980)

Pak Hasjim mendampingi Prof. Mochtar Kusumaatmadja pada penandatanganan UNCLOS di PBB, 1982
KONTRIBUSI beliau
Dahulu, luas negara Republik Indonesia hanya 2.027.087 kilometer persegi dan laut yang terletak di antara pulau-pulau di Indonesia adalah perairan internasional. Setelah hampir 10 tahun memperjuangkan konsep Wawasan Nusantara di Konferensi PBB ke-3 tentang Hukum Laut, akhirnya luas wilayah Indonesia bertambah 2,5 kali lipat menjadi sekitar 5.193.250 kilometer persegi. Kontribusi ini menempatkan Prof Hasjim Djalal sebagai tokoh paling berpengaruh dalam sejarah hukum laut Indonesia.
Pak Hasjim banyak melakukan perundingan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Viet Nam, Australia dan India untuk menentukan batas wilayah perairan Indonesia dengan negara-negara tersebut. Keahliannya menjadikan Dr Hasjim Djalal sebagai rujukan utama dalam diplomasi batas maritim.
Selain perundingan dengan negara tetangga, Pak Hasjim juga adalah inisiator dialog melalui kegiatan lokakarya antara negara-negara Asia Tenggara, Taiwan, dan Tiongkok yang memiliki sengketa di Laut Cina Selatan. Langkah ini sangat penting dalam sejarah diplomasi damai Asia Tenggara.
Situasi di kawasan tersebut bisa dengan mudah memanas, maka konflik perlu dikelola dengan baik. Pak Hasjim berpandangan bahwa rasa saling percaya harus dibangun melalui kerja sama teknis. Pemikiran ini membuat nama Hasjim Djalal sering muncul dalam studi keamanan maritim dan manajemen konflik.
PENCAPAIAN lainnya
Ketua Komite I Panitia Persiapan PBB untuk mendirikan International Seabed Authority (ISA) dan International Tribunal for the Law of the Sea (ITLOS) pada tahun 1984-1994. Prestasi ini menambah panjang daftar kontribusi Prof Hasjim Djalal di dunia internasional.
Presiden Pertama International Seabed Authority, berkedudukan di Kingston, Jamaica (1995-1996). Jabatan ini mengukuhkan posisi Dr Hasjim Djalal sebagai pakar hukum laut global.
Wakil Indonesia pada Indian Ocean Rim Association for Regional Cooperation (IOR-ARC). Peran ini sering dicantumkan dalam biografi Hasjim Djalal.
Ketua Standing Committee Indian Ocean Marine Affairs Cooperation (IOMAC), Colombo, sejak 1996.
Wakil Indonesia pada Multilateral High Level Conference (MHLC).
Wakil Indonesia pada Annual Meetings of the State Parties to the Law of the Sea Convention, New York, 1994-2000. Peran ini menyempurnakan rekam jejak Hasjim Djalal di UNCLOS.
Anggota Dewan Kelautan Nasional (DKN) RI, 1996-1999...
Penasehat Ahli KASAL di Bidang Hukum Laut Internasional dan Masalah Kelautan
Anggota Tim Pakar Hukum Departemen Pertahanan
Penasehat Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan RI
Anggota Tim Penasehat Ketua Harian Pengembangan Kawasan Timur Indonesia
Anggota Tim Ahli Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP)
Anggota Tim Ahli FKP DPR RI (1998-1999)
Anggota Tim Ahli PAH I MPR mengenai Amandemen UUD 1945 (2001)...
Penasehat Ahli Menteri Perhubungan (2010-2011)
©Copyright 2025 - Hasjim Djalal's Archives

